Share! ;)

Sabtu, 14 Oktober 2017

Halooooo SidoarJOS dari Jabon sampai Tarik, dari Tarik sampai Sedati.

Barangkali kita sering menemui dijalan, ketika macet ada kendaraan sipil yang menyalakan lampu rotator (lampu isyarat kelap-kelip) dan sirene.



Dalam UU Nomer 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa :
1. Lampu rotator biru dan sirene digunakan oleh kendaraan bermotor petugas Kepolisian.
2. Lampu rotator merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulan, palang merah, resque dan kendaraan jenazah.
3. Lampu rotator warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, menderek kendaraan.

Artinya, kendaraan sipil dilarang menggunakan lampu rotator dan sirine.

Ayo saling menghormati di jalan. Kendaraan sipil jangan menggunakan lampu rotator dan sirene, jangan berjalan zig-zag, jangan memotong jalur tiba-tiba, patuhi rambu dan marka jalan. Semua demi kebaikan dan keselamatan sesama pengguna jalan.

Mimin ingatkan pada semua SidoarJOS, bagi yang masih memasang lampu rotator dan sirene mohon segera dilepas atau kalian akan mendapat sanksi tilang sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Untuk penerapan sanksi terhadap pelanggaran Pasal 59 ayat (5) dapat dikenakan ketentuan pidana   sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan     Angkutan Jalan, sebagai berikut: ”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan  mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam pasal 59, pasal   106 ayat (4) huruf f, atau pasal 134 dipidana dengan  pidana  kurungan  paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Terima Kasih SidoarJOS


Popular Posts